Cara Memulai Investasi Online yang Tepat untuk Pemula

Cara Memulai Investasi Online yang Tepat untuk Pemula

Di era yang canggih seperti sekarang ini, kamu tidak perlu keluar rumah hanya untuk berinvestasi. Di bawah ini adalah beberapa langkah dan cara investasi terbaik untuk pemula yang bisa kamu lakukan.

1. Pilih Platform Investasi yang Tepat

Sebelum memilih investasi yang tepat, cobalah pilih platform investasi yang akan kamu gunakan. Saat ini sudah banyak platform online yang dapat membantu kamu memulai investasi dengan mudah, dari mana saja dan kapan saja.

Pastikan platform yang kamu miliki memiliki layanan 24 jam dan juga telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga, jika nantinya terdapat masalah, kamu bisa menyelesaikannya dengan mudah.

2. Tanamkan Mindset yang Benar

Optimis, pantang menyerah, dan tidak takut mengambil risiko merupakan beberapa mindset yang harus kamu tanamkan dengan baik. Di mana, mindset adalah salah satu hal yang mempengaruhi kesuksesan seseorang dalam berinvestasi.

Beberapa orang berpikir investasi adalah cara untuk cepat kaya. Padahal, mindset yang benar adalah investasi adalah salah satu cara yang bisa membantu kamu bebas finansial di masa depan.

Dengan mindset investasi = cepat kaya, maka kamu akan lebih mudah terjerumus dengan investasi bodong. Karena, investasi yang benar membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

3. Jangan Mengabaikan Inflasi

Ketika kamu mengabaikan inflasi dalam memilih instrumen investasi 100 ribu profit harian jangka panjang, bisa jadi investasi kamu mengecil daya belinya. Menurut laporan dari Bank Indonesia, Indonesia mengalami inflasi sekitar 7% setiap tahunnya. Artinya, jika kamu menanamkan uang di Bank BUMN Deposito yang memberikan bunga 5.46% untuk 1 tahun, atau bahkan di Bank Swasta non-devisa (yang terkenal dengan suku bunga yang tinggi) 7.21% untuk 1 tahun, kamu memiliki risiko inflasi yakni nilai tunai akan berkurang oleh inflasi.

4. Membagi Modal yang Dimiliki

Salah satu hal yang harus kamu perhatikan untuk berinvestasi adalah membagi modal yang dimiliki ke dalam beberapa aset atau yang biasa disebut diversifikasi. Misalnya, kamu membeli saham, namun kamu juga berinvestasi reksa dana dengan risiko yang lebih kecil. Hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan total jika salah satu instrumen mengalami kerugian, karena masih ada aset lainnya yang mengalami keuntungan. Beban yang dirasakan jika mengalami kerugian pun berkurang.

Untuk melakukan ini, kamu bisa mulai untuk membeli beberapa instrumen investasi. Misalnya, kamu membeli reksa dana pasar uang dengan risiko yang minim. Kemudian dana atau modal lainnya, bisa kamu belikan reksa dana saham atau investasi lainnya.

Hal ini akan membantu kamu mengurangi risiko investasi dan juga bisa membantu kamu mendapatkan jangka waktu investasi dalam jangka pendek maupun panjang.

Nah, untuk melakukan diversifikasi atau pembagian modal ini, kamu bisa memanfaatkan Ajaib sebagai salah satu platform investasi yang membantu kamu memiliki investasi reksa dana maupun saham dengan mudah dalam satu aplikasi.

5. Pilih Instrumen yang Tepat

Ada banyak jenis instrumen investasi yang bisa kamu pilih. Pastikan kamu memilihnya sesuai tujuan dan kemampuan kamu secara finansial. Ada berbagai jenis investasi yang bisa ditemukan di pasar saham mulai dari investasi saham, obligasi, surat berharga, deposito, dan lainnya.

Di mana, setiap instrumen memiliki kelebihan dan keuntungannya masing-masing, dan tentunya risiko yang juga berbeda. Urutan dari jenis yang risikonya dan imbalannya tertinggi adalah saham, reksa dana, obligasi, dan terakhir deposito

6. Mulai dengan Modal Kecil

Sebagai investor pemula, kamu bisa menumbuhkan rasa percaya diri dengan memulai investasi dengan modal sedikit demi sedikit. Pilih investasi 100 ribu hasilkan jutaan rupiah yang sudah terjamin dan memiliki performa yang baik selama lima hingga sepuluh tahun terakhir.

Kini, ada banyak jenis instrumen investasi yang bisa kamu mulai dengan modal kecil, misalnya saja reksa dana yang hanya membutuhkan modal mulai dari Rp10 ribu.

7. Jangan Terlalu Berlebihan

Ketakutan terbesar seorang investor adalah kehilangan uang. Jika kamu mengalami hal ini, cobalah untuk tetap tenang dan sebisa mungkin untuk tidak berutang. Terlalu berlebihan dalam berinvestasi akan memengaruhi mental dan psikologis khususnya untuk para pemula. Jangan gampang terkecoh dengan hal-hal atau rekomendasi cara berinvestasi yang belum tentu benar.

8. Jangan Terlalu Sering Memantau

Terlalu sering memonitor atau memantau perkembangan investasi bisa mengakibatkan kamu khawatir dan menjadi takut dalam mengambil keputusan.

Karena, pada dasarnya tujuan utama berinvestasi adalah untuk membangun kekayaan dalam jangka waktu panjang. Jadi, apa yang terjadi dengan performa investasi sehari-harinya adalah hal yang kurang relevan. Jadi, cobalah untuk memonitor hasil investasi secara berkala, misalnya sebulan sekali.

9. Perhatikan Profil Risiko Investasi

Profil risiko bisa menjadi patokan yang akan mengarahkan kamu kepada instrumen apa yang cocok untuk kamu. Dengan mengetahui profil risiko investasi, hal ini akan membantu kamu menemukan investasi yang cocok. Berdasarkan kecenderungan atau toleransi terhadap kerugian dan tingkat pengembaliannya.

10. Pertimbangkan Biaya yang Dikenakan

Hal yang tidak kalah penting adalah mempertimbangkan biaya investasi yang dibebankan kepada kamu. Setiap platform dan perusahaan investasi yang bersangkutan pasti membebankan biaya yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, cermatlah memilih perusahaan investasi yang memberikan rasa aman dari segi biaya. Ada 3 biaya yang dikenakan kepada kamu ketika berinvestasi pada reksa dana. Seperti biaya pembelian, biaya penjualan dan biaya pengalihan.

Itulah cara investasi yang tepat bagi pemula dan bisa kamu coba lakukan. Ingat! Selain risiko dan return atau imbal hasil, kamu juga harus memastikan bahwa platform berinvestasi yang kamu pilih telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan begitu, kamu bisa lebih yakin untuk memulai investasi sesuai tujuan dengan aman dan tepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneka Jenis Pisang yang Cocok untuk Kolak